Puasa Dalam Perspektif Sosial - Selamat datang di situs kami. Pada pertemuan ini admin akan membahas perihal puasa dalam perspektif sosial.
Puasa Dalam Perspektif Sosial. Islamy, athoillah, dwi puji lestari, saihu, nurul istiani. Tetapi lebih kepada dua hal utama yaitu. Puasa dan kehidupan sosial puasa dan kehidupan sosial bukan ritual belaka yang tidak ada resonansi personal dan sosial. Islam adalah agama kebajikan, dan sepatutnya kaum muslimin berbagi kebahagiaan dengan sesama, tanpa dibatasi agama dan ideologi.
Kandungan puasa yang berefek positip bagi perkembangan kecerdasan emosional manusia. Bagi orang islam, puasa adalah kewajiban. Berpuasa pada hakikatnya menjadi ajang latihan psikis, mental dan fisik.selain dari segi spiritual dan kesehatan, puasa merupakan salah satu jalan untuk membangkitkan semangat membangun nilai kemanusiaan. Karena memang puasa memaksa orang berkata benar dan melatih kejujuran. Dari analisis psikologis, filosofis, dan normatif puasa dapat dilihat dalam beberapa perspektif sebagai berikut.
Puasa Dalam Perspektif Sosial
Emotional intelligence yang didapat dari puasa dapat menjadi bekal bagi menguatnya social intelligence. Ada keyakinan orang berpuasa itu jujur. Begitu marak orang saling bantu, langsung ataupun tidak, membangunkan sahur, mengingatkan imsak, dan berbuka bersama. Hal ini dapat dijumpai dalam salah sabda rasulullah saw yang menyatakan, bahwa puasa itu awalnya rahmah, pertengahannya maghfirah, dan akhirnya adalah ampunan dari api neraka. Puasa mengajak seseorang untuk berempati terhadap problema yang dihadapi orang lain, terutama manusia yang tidak berdaya dan dilanda kesusahan berkepanjangan. Puasa Dalam Perspektif Sosial.
Islam adalah agama kebajikan, dan sepatutnya kaum muslimin berbagi kebahagiaan dengan sesama, tanpa dibatasi agama dan ideologi. Begitu marak orang saling bantu, langsung ataupun tidak, membangunkan sahur, mengingatkan imsak, dan berbuka bersama. Islamy, athoillah, dwi puji lestari, saihu, nurul istiani. Untuk menjelaskan perilaku sosial seseorang dapat dikaji sebagai sesuatu proses yang (1) instinktif, (2) karena kebiasaan, dan (3) juga yang bersumber dari proses mental. Dari analisis psikologis, filosofis, dan normatif puasa dapat dilihat dalam beberapa perspektif sebagai berikut. Manfaat puasa tidak hanya dirasakan bagi satu individu.
Perspektif Dalam Psikologi Sosial
Perspektif struktural telah kita catat bahwa telah terjadi perdebatan di antara para ilmuwan sosial dalam hal menjelaskan perilaku sosial seseorang. Puasa mendidik seseorang untuk menghayati dan melakukan solidaritas sosial kepada sesama manusia, khususnya kepada kelompok manusia yang miskin, lapar, sengsara, dan tertindas. Jika di antara kamu ada yang sakit. “pembiasaan ritualitas kolektif dalam pembentukan sikap sosial religius anak usia dini (studi kasus di tk islam az zahra, kebayoran baru, jakarta selatan).” Dari analisis psikologis, filosofis, dan normatif puasa dapat dilihat dalam beberapa perspektif sebagai berikut. Perspektif Dalam Psikologi Sosial.